Bupati Indramayu Lucky Hakim menuturkan, struktur bangunan masjid yang desainnya mirip Masjid Nabawi di Madinah itu, kondisinya mengkhawatirkan. Bahkan, ada tembok yang batanya sudah bergeser.
”Masyarakat melihatnya dari jauh tampak bagus dan kokoh. Sebenarnya sangat mengkhawatirkan kondisinya,” kata Lucky, Selasa, 5 Agustus 2025.
Lucky mengaku telah menyampaikan kondisi Masjid dan Gedung Islamic Center yang terletak di perlimaan atau simpang lima Kota Indramayu itu kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. ”Sudah saya sampaikan ke Pak Gubernur. Saya jelaskan salah satu menaranya sudah roboh. Saya khawatir dengan kondisi bangunan,” ujarnya.
Audit investigasi
Lucky menjelaskan, Gubernur Jabar merespons serius soal kondisi sarana yang pembangunannya menelan dana lebih dari Rp 100 miliar itu. Bahkan dalam waktu dekat, akan ada audit investigasi, baik terhadap kondisi bangunan maupun pembangunan yang didanai anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu.
Namun, katanya, Gubernur Jabar meminta keputusan penutupan masjid yang bisa menampung 5.000 jemaah itu dilakukan setelah audit investigasi selesai.
Selama belum ditutup resmi, Pemerintah Kabupaten Indramayu wajib memberi peringatan kepada jemaah yang hendak beribadah di Masjid Islamic Center untuk berhati-hati. ”Nanti audit investigasi dulu. Baru diambil keputusan soal penutupan,” ucapnya.
Lucky mengaku selalu khawatir jika memikirkan kondisi Masjid Syekh Abdul Manan yang kondisi bangunannya sangat mengkhawatirkan tersebut.
”Saya khawatir, itu banyak masyarakat dari luar kota datang rombongan untuk salat di sana. Kalau sampai ada apa-apa, ada korban jiwa, ramainya bisa berjilid-jilid,” katanya.***