Proyek Rp 295 Miliar Rampung, Bandara YIA Tak Lagi Dibayangi Banjir


KULON PROGO, Mitra Sentosa Rahardja

– Penanganan banjir di area DAS Serang, mencakup daerah seputaran Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA), sudah diklaim selesai.

Proyek ini terletak di Karangwuni, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tindakan penanganan banjir yang dijalankan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) melibatkan beberapa tindakan pada beragam aliran sungai yang mengaliri Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang.

Usaha ini dipercaya dapat menjaga area bandara YIA dan sawah-sawah di sekitarnya terhindar dari bahaya banjir.

“Pengendalian banjir kawasan bandara YIA yang masuk ke DAS Serang dianggap sudah selesai,” ujar Penata Teknik PPK Sungai Pantai II BBWSO, Djohar Ismail, saat dihubungi pada Rabu (16/4/2025).

Tahun-tahun sebelumnya, daerah sekitar YIA kerap dilanda banjir, khususnya di sisi timurnya.

Rivers cenderung banjir ketika hujan lebat, saluran pembuangan tersumbat, sehingga menimbulkan genangan air yang menganggu kegiatan pertanian, pemukiman, dan bahkan aliran lalu lintas pada jalan raya provinsi.

Banjir hebat di tahun 2018 hingga ke level bandara pun pernah terjadi.

Sebagai tanggapan, pembangunan sistem manajemen banjir untuk area YIA dilaksanakan dari tahun 2020 hingga 2023 oleh PT PP (Persero). Proyek ini melibatkan sejumlah besar tugas yang terfokus pada DAS Serang.

Tugas-tugas itu mencakup pengerukan sungai dan instalasi saluran drainase, membangun bendungan, serta mengubah jalur alirannya.

“Jadi tidak akan terjadi banjir lagi pada tahun 2023-2024,” ujar Djohar.

Satu elemen penting dalam proyek ini adalah kolam retensi berkapasitas hingga 127.000 meter kubik yang dapat mengendalikan aliran air dari lima sungai besar menuju Sungai Serang.

  • Sungai-sungai tersebut adalah:
  • Sungai Seling serta Kalidengen berasal dari daerah Kokap,
  • Sungai Kebo serta aliran Sindatan dari Temon,
  • Sungai Carik dari Karangwuni.

Air yang disimpan dalam kolam retensis dikeluarkan secara bertahap ke Sungai Serang sebelum mengalir menuju lautan selatan, dengan bantuan dua buah pompa yang masing-masing memiliki kapasitas 1.500 meter kubik setiap detik.

Menurut Djohar, sistem pengendalian DAS Serang saat ini sangat efektif. Proyek senilai Rp 295 miliar, yang dibiayai dari APBN 2020–2023, secara signifikan menurunkan titik-titik genangan.

Sehingga daerah yang rentan terhadap banjir berkurang, serta kegiatan bertani warga juga tidak lagi terpengaruhi.

Selain fungsi utamanya sebagai pengendali banjir, kolam retensi ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata dan rekreasi.

“Kami menangani belasan sungai,” pungkas Djohar.

Leave a Reply