Stadion Internasional Jakarte (JIS) merupakan satu buah arena sepak bola berskala global yang terletak di kawasan Papanggo, Tanjuk Priok, jakarta Utara. Tempat ini menjadi tempat utama atau basis tim Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta (Persija).
Proyek Stadion JIS adalah ide yang lahir selama masa kepemimpinan gubernur Fauzi Bowo dan terus dikerjakan saat Bapak Anies Baswedan menjabat sebagai gubernur. Konstruksinya dimulai di tahun 2018 dan rampung di tahun 2022.
Sabtu, 24 Mei 2025, ClicKompasiana dan Kreatoria menyelenggarakan perjalanan khusus ke Sky View Jakarta International Stadium (JIS). Syukur alhamdulillah, saya menjadi salah satu peserta yang dipilih untuk ikut dalam tur eksklusif ini.
Betapa luar biasanya pengalaman ini? Sebagai bagian dari acara tersebut, kami diberikan kesempatan untuk masuk ke dalam area eksklusif, termasuk ruang VVIP dan tempat bergantinya para pemain. Lebih lanjut, kami juga berada di atas gedung dan menikmati panorama pantai utara Jakarta. Luar biasa sekali! Tur ini benar-benar menjadi impian yang tercapai.
Teman-teman, yuk, ikuti reportasenya.
Pada jam 10.00 WIB tepat, acara pun dimulai. Tempat berkumpulnya adalah di lobi barat VIP, di sana ketujuh peserta bertemu dengan perwakilan dari Manajemen JIS yang terdiri atas mba Icha, mba Syifa, mba Wilis, mas Gerald dari Tim HSE, serta seorang lain dari tim keamanan.
Mba Icha menyambut peserta dan memulai paparan pendek tentang aturan, kebijakan, serta langkah-langkah keamanan yang perlu diikuti sepanjang tur berdurasi dua jam mendatang.
Gedung JIS mencakup seluruhnya 8 tingkat dengan tambahan teras atas. Area yang akan kita jelajahi meliputi mezanin VVIP Royal Lounge (berada di seputar antara lantai ke-3 dan ke-4), tribun serta lapangan utama, ruang ganti pemain dan kamar konferensi pers (lantai kedua), kotak korporat pada lantai kelima, serta puncak gedung atau balkon pandang langit.
Singkatnya, kita bergegas menuju gerbang Masuk Lobi VIP Barat. Kemudian lift mengangkut kita ke lantai yang terletak di antara tingkat tiga dan empat, dikenal sebagai lantai Mezzanine.
Mezzanine Royal Lounge
Setelah keluar dari lift, kami bergerak ke arah Ruang Mezzanine. Kesan kemegahan seketika timbul begitu kami menginjakkan kaki di dalam ruangan tersebut.
Beralih ke arah kanan, kami disambut oleh deretan poster yang terpajang di tembok sebelah kanan dan kiri. Poster tersebut memperlihatkan foto-foto dari konser musik serta laga sepak bola yang telah digelar di JIS pada masa lalu.
Fasilitas yang tersedia adalah lobi VVIP. Area ini membentang dari arah utara hingga selatan dengan pandangan luarnya yang dapat dilihat lewat kaca jendela yang tembus pandang. Terdapat juga balkon serta tribun VVIP yang menunjuk langsung ke arah lapangan utamanya.
Area lantai mezzanine dihiasi dengan ruangan VVIP (di sebelah selatan) serta tempat pertemuan (di bagian utara). Di sisi kiri area tersebut, terdapat pula ruang untuk shalat dan dapur masak.
Seluruh fasilitas pada lantai mezzanine ditujukan untuk para tamu istimewa, khususnya mereka yang sangat-sangat penting (Very Very Important Person/VVIP), seperti contohnya pemimpin daerah atau pun kepala negara.
Tribun
Dengan daya tampung keseluruhan mencapai 82.000 kursi, daerah tribun penonton dipecah menjadi beberapa lantai yang dinamakan “tingkat” atau tier. Tingkat 1 meliputi lantai 2 hingga 3, Tingkat 2 merangkum lantai 4 sampai 5, sementara itu Tingkat 3 menjangkau dari lantai 6 hingga 7.
Area tempat duduk untuk para pengunjung utama didominasi dengan warna oranye (di lantai 5, 6, dan 7 tersedia juga kursi berwarna abu-abu). Walaupun bahan dasarnya adalah plastik, namun tetap memberikan rasa yang nyaman saat digunakan.
Sebagian tribun spesial menyediakan tempat duduk unik, seperti halnya pada area VIP di tingkat ketiga serta kotak korporasi di lantai lima dan enam. Tempat duduk tersebut terbuat dari warna abu-abu dengan bantal yang lembut dan sungguh mengasyikan untuk digunakan.
Ada dua papan skor di area penonton. Tanpa setengah-setengah, tiap papan memiliki ukuran sebesar lapangan basket.
Di Stadion JIS, tidak terdapat lintasan lari atletik seperti yang biasanya ditemukan di arena olahraga. Ini membuat jarak antara para penonton di tribun dan lapangan utama menjadi lebih pendek!
Lapangan Utama
Hebat, akhirnya tiba! Dari awal yang bertempat di balkon VVIP lantai mezzanine sambil memandang hamparan rumput hijau di lapangan utama, rasanya sangat menggoda untuk segera turun dan merasakan keindahannya secara langsung.
Zoysia matrella merupakan tipe rumput yang digunakan untuk medan utama. Di antara total luasan area sebesar 100%, 95% ditumbuhi dengan rumput asli jenis Zoysia matrella dan sisa 5% diisi dengan rumput buatan.
Rumput di lapangan utama dirawat secara rutin dan dilindungi. Apabila area tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan lain selain sepak bola, maka bagian rumputnya akan dicover dengan proteksi khusus agar tetap aman dan terpelihara.
Di pinggir lapangan utama, ada 161 buah papan LED perimeter. Fungsi dari papan tersebut adalah sebagai sarana iklan, di mana bisa ditampilkan logo, nama, ataupun pesan dari para penyokong acara atau sponsor.
Dari area lapangan utama, kami beralih ke gerbang akses pemain. Gerbang ini dipergunakan oleh para atlet saat mereka memasuki atau meninggalkan zona lapangan utama.
Kami mendaki anak tangga yang bertulis “Come On You Tiger!” Wah, hal itu sungguh menyemangati kita lebih jauh!
Mari teman-teman, bergabunglah dengan kami di lantai 2, yang merupakan lokasi Ruang Ganti Pemain.
Wow! Rupanya ada berbagai ruangan di tingkat ini nih! Ada Ruang Pemanas, Ruang Latihan, Ruang Konferensi Pers, dan tentu saja Ruang Ganti Atlet.
Ruang Ganti Pemain
Inilah area tempat Rizky Ridho, Witan Sulaeman, Dony Tri Pamungkas serta skuad Persija memakai seragam kesukaan mereka, siap-siapa untuk bertanding di lapangan utama.
Saat memandangi dinding kiri dan kanan di area ganti pakaian atlet, pikiran saya segera melayang ke arah pianos. Benar-benar instrumen musik tersebut. Cobalah perhatikan, bukankah desainnya serupa dengan tus-tus yang ada di sebuah piano?
Tuts di piano muncul seiring, dipencet secara bergiliran terkadang serempak, menciptakan harmonisasi. Sama seperti para pemain sepak bola saja. Di lapangan mereka bergerak bersama-sama, saling melengkapi dengan koordinasi dan kolaborasi, menuju satu target yang sama.
Suatu keharmonisan yang memukau, bukankah begitu?
Pemain belakang mendapatkan umpan dari kiper. Bek sayap kiri dan kanan serta striker sama-sama melakukan passing dan bergiliran untuk mengontrol bola. Lewati satu pemain lawan setelah yang lainnya, atur ritme permainan sambil melaksanakan taktik, Bergerak dengan cepat, lalu lebih cepat lagi, sampai akhirnya di hadapan gawang musuh -dan.. gollll…!!! Menciptakan skor, meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut!
Fasilitas dalam Kamar Mandi Pemain
Ruangan mewah ini dilengkapi dengan berbagai fitur. Di area masuk terdapat mesin pembersih sepatu, lalu ada kamar berganti pakaian serta tempat cuci yang luas, ruang pemijatan, bahkan Jacuzzi untuk mengistirahatkan otot setelah pertandingan. Juga tersedia toilet kecil khusus penyandang disabilitas dalam ruangan tersebut.
Ruang Konferensi Pers
Media dan jurnalisme telah menjadi elemen integral dalam penyelenggaraan acara olahraga tersebut. Di area khusus itu, perwakilan dari dunia pers bertabrakan dengan orang-orang memberikan informasi penting. Data terkumpul kemudian disebar luaskan hingga pelosok negara.
Di bagian belakang, dengan turun sebentar melalui anak tangga kecil, tersedia area ruang kerja yang luas dan nyaman untuk tim media.
Corporate Box
Area Corporate Box bersama dengan tribunnya terletak di tingkat 5 dan 6. Area ini memiliki karakteristik “mirroring” yang saling menghadap di bagian timur dan barat dari stadion tersebut. Setiap tingkatan menyediakan 13 kamar, sehingga secara keseluruhan tersedia 52 bilik corporate box yang semua nya dapat disewa.
Filosofi Warna
Setelah mengamati area tribune dan setiap ruangan dalam stadion tersebut, saya menyadari adanya dua warna utama. Pertama adalah dominasi warna oranye. Kedua terdapat pula warna abu-abu yang menjadi campuran dari desainnya.
Jika warna oranye yang mencolok ini mewakili gairah dan imajinasi, maka warna abu-abu dengan kesannya yang sederhana bersifat netral dan damai. Warnab abu ditampilkan oleh para desainer bangunan sebagai elemen penyeimbang agar warna oranye dapat berdiri out dan memeriahkan tontonan mata.
Sama seperti motif warna oranye dan abu-abu yang berpola acak dari tribun tengah sampai atas, dirancang khusus untuk menghasilkan kesan nyalaapi yang membara. Hal ini juga terlihat dalam area tempat konferensi pers.
Warna oranye secara khusus dikaitkan dengan Persija. Di bawah kepemimpinan Gubernur Sutiyoso pada tahun 1997, ada pergantian warna seragam tim dari merah ke oranye.
Warna yang kemudian dikenal populer oleh para pendukung Persija, yakni The Jakmania. Dari saat itu, tiap kali Persija bertanding, warna oranye secara teratur memenuhi area penonton stadium. Jika bertarung di markas mereka sendiri, dapat dipastikan bahwa The Jakmania akan menjadikan semua bagian stadion berwarna oranye.
JIS dan “Green Building”
Sebagai struktur yang dibuat sesuai dengan standar global, JIS menerapkan ide “bangunan hijau”. Ide ini bertujuan menggunakan elemen alami guna mendesain gedung yang lebih bersahabat dengan lingkungan.
Misalnya: mengoptimalkan cahaya alam dari sinar matahari serta menciptakan lubang untuk ventilasi udara. Adanya pepohonan teduh dalam zona outdoor stadion, tak hanya menyegarkan lingkungan tetapi juga berperan sebagai pembuat oksigen saat siang hari.
Ketangkas Filosofis di Antara JIS, Betawi, dan Persija
JIS mencerminkan nilai-nilai budaya dan filsafat Betawi baik dalam tampilan luar seperti fasad atau depan gedung, maupun dalam rancangan internal yang terdapat di area dalam ruangan.
Setangan, Pemakaian Kepala Tradisional Betawi
Arsitektur eksterior gedung ini memiliki bentuk bulat menyerupai sebuah mangkuk, terinspirasi oleh setangan, yakni penutup kepala tradisional Betawi. Selain bertujuan untuk perlindungan, desain tersebut juga menggambarkan martabat dan identitas asli masyarakat Betawi dalam filosofinya.
Gigi Balang, Hiasan Khas Betawi
Di bagian luarnya, gedung tersebut memiliki hiasan yang mirip gigi katak, terdiri dari lingkaran (berongga) serta corak seperti segitiga/bujur sangkar/segitiga lancip/persegi panjang/kenop bunga melati.
Sebagai elemen yang menambah nilai estetika dan fungsi, perannya adalah untuk perlindungan, penampilan apik serta sirkulasi udara. Jika dipahami maknanya, ia menggambarkan kekuatan dan otoritas.
Polanya melingkar dan bergambar seperti tapak kaki terdapat pula pada plafon di ruangan untuk rapat pers.
Fasad “Macan Kemayoran”
Wajah gedung JIS, yang menghadirkan kesan istimewa dan kontemporer, jika diamati dari kejauhan, hiasan lubang pada strukturnya mirip dengan pola belang-belah harimau.
“Macan Kemayoran,” suatu sebutan untuk tim Persija. Sebutan tersebut erat kaitannya dengan sosok pahlawan legendaris yang dipercaya pernah hidup pada zaman penjajahan, yaitu Murtado. Dia dikenal karena berani memperjuangkan keadilan sehingga mendapat gelar “macan kemayoran” dari pasukan Belanda.
Gelar yang kemudian dipakai untuk melambangkan jiwa perjuangan, berani, cepat, gagah, serta rasa bangga.
Deck Pandang Langit dan Impian yang Tercapai
Sekarang waktunya untuk melanjutkan perjalanan ke dek atas, yang dikenal sebagai sky view deck.
Elevatornya berjalan membawa kita dari lantai 5 (kotak korporasi) meninggalkan lantai-lantai tersebut; melintasi lantai 6, lantai 7, dan lantai 8 sebelum akhirnya tiba di lantai selanjutnya yang bernama lantai S (langit-langit).
Setelah keluar dari elevator pada lantai S, kami harus mendaki anak tangga terlebih dahulu untuk mencapai dek pandangan langit.
Teman-teman,
Di penghujung tahun 2021, saya menyaksikan sebuah video di YouTube mengenai peliputan kedatangan Bapak Gubernur Anies Baswedan untuk memeriksa proyek pembangunan Stadion JIS yang saat itu sudah mendekati tahapan final. Ia naik ke atas anak tangga bersama rombongannya dan sampai di lantai sky view deck.
Di dalam hatiku aku mendoakan semoga pada suatu hari nanti Allah mengabulkan harapanku untuk mencapai lokasi tersebut. Kini, dengan pertolongan-Nya, impian itu menjadi kenyataan. Aku berhasil tiba di Sky View Deck, Jakarta International Stadium.
Saya sejenak berhenti. Menghayati saat itu, merasakan hembusan angin yang mengelus-elus dan menyapu lembut di ketinggian 72 meter dari permukaan bumi.
Dari tempat ini, Anda bahkan dapat melihat atap gedung JIS itu sendiri. Atap cerdas yang memiliki fitur membuka dan menutup tersebut, seperti disampaikan oleh Mba Syifa, adalah salah satu yang paling cepat di Asia untuk sistem pembukanya.
Di hadapan saya, tepatnya di sisi utara, panorama pantai kota Jakarta dapat dilihat dengan jelas. Terpampang Pantai Ancol, Teluk Jakarta, Sirkuit Formula E, serta permukiman warga dan kendaraan yang melewati jalur toll. Semua elemen tersebut tampak sangat kecil dari posisi ini.
Mengapa pantai di bagian utara Jakarta menjadi daya tarik?
Kegiatan di daerah pesisir sungguh mengundang minat untuk diamati. Pelabuhan-pelabuhan tidak hanya berperan sebagai pusat perniagaan tetapi juga membawa manfaat dalam bidang ekonomi dan wisata. Selain itu, mereka mempunyai makna historis penting karena dulunya jadi pintu gerbang bagi masuknya kebudayaan serta ajaran agama baru. Hal ini menciptakan proses penggabungan unsur-unsur melalui pertemuan antara para pedagang luar dengan masyarakat lokal asli, sehingga terjadi campuran adat istiadat dan cara hidup.
Meskipun saya tinggal di Jakarta, hal itu membuat semakin antusias untuk mengeksplorasi sejarah dan budaya Jakarta, terutama Betawi. Terlebih lagi dengan aproksimasi peringatan Hari Jadi Jakarta yang akan datang pada bulan Juni nanti.
Sejujurnya, tidak ada kekuatan atau usaha manusia yang dapat dilakukan tanpa seizin Tuhan Yang Mahakuasa itu sendiri.
Informasinya untuk teman-teman Muslim, mencari mushola di tempat ini cukup mudah. Setiap lantai yang merupakan area tur memiliki fasilitas tersebut. Untuk para pengunjung biasa, Anda bisa menemukan mushola di lantai tiga pada zona barat dan timur. Selain itu, terdapat juga Masjid Ar-Riyadhoh di bagian bawah tanah atau basement dari zona utama.
Bagi teman-teman dengan disabilitas, tersedia fasilitas yang cukup baik dan bersahabat, antara lain: rute aksesibilitas, toilet khusus, serta tribun untuk penonton difabel.
Lahan parkir Stadion JIS tersedia setiap harinya mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB. Para pengunjung dapat merasakan kenyamanan sambil melakukan aktivitas olahraga di area luar stadion, serta mengakses ruang utama hingga tingkat tiga. Sementara itu, bagian interior baru akan dibuka apabila terdapat event tertentu misalnya saja pertandingan sepak bola, konser musik, ataupun jenis perayaan lain sebagainya, mirip seperti yang kami kunjungi kali ini.
Sebagai penutup,
Mengunjungi Stadion Jakabaring Internasional (JI), Anda tidak hanya akan terpesona oleh desain arsitektur yang apik dari tangan-tangan putra tanah air, tetapi juga dapat menyerap nilai-nilai tinggi budaya lokal, yakni Budaya Betawi. Tentu saja, ada pula semangat optimis serta dedikasi pemain-pemain tim sepak bola kebanggan masyarakat, yaitu Persija Jakarta.
Terima kasih kepada:
ClicKompasiana (Ibu Muthiah Alhasany) bersama Kreateria (Mas Dhul Ikhsan), berkat peluang dan keyakinan yang sudah diberikan. Pak Bambang Irwanto Suripto, Mas Daniel Mashudi, Mbak Mei Daema, serta Mbak Erin Friyana, terima kasih atas persaudaraan, pengetahuan, dan semangatnya. Tim Tur JIS: Mbak Icha, Mbak Syifa, Mbak Wilis, Mas Gerald, dan semua anggota tim keamanan yang bekerja keras, karena keramahan dan dukungan Anda. Keluargaku di rumah yang selalu mengharapkan doanya.
Satu tur fantastis. Suatu saat sungguh memukau.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung, Sahabat-sahabat.
Salam hangat.
Referensi:
https://x.com/JakartaTourism/status/870611289718095872
https://www.tempo.co/sepakbola/asal-usul-persija-dijuluki-macan-kemayoran–1207844
https://persija.id/berita/detail/hadapi-barito-putera-dengan-jersey-oranye