Mitra Sentosa Rahardja, BANTUL –
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tingkat II/Sengkuyung Kabupaten Bantul pada tahun 2025 secara resmi dimulai di Kelurahan Wukirsari, Kecamatan, Rabu (7/5/2025).
Dandim 0729/Bantul, Letnan Kolonel Infanteri Muhidin, menyebut bahwa pada Tahap II TMMD akan dilakukan sejumlah proyek pengembangan atau peningkatan infrastruktur jalan yang menghubungkan Wukirsari dengan Becici di Kelurahan Muntuk, Kecamatan Dlingo.
“Dengan demikian, terdapat blokir jalan seluas 280 meter panjangnya yang memiliki lebar 3 meter serta ketebalan 12 centimeter,” jelaskannya saat menghadiri upacara pembukaan TMMD tahap kedua atau Sengkuyung di kabupaten Bantul, tepatnya di lapangan Wukirsari.
Selanjutnya, terdapat dua talud yang diproyeksikan dalam implementasi TMMD ini.
Talut pertama dibuat dengan panjang 25 meter dan ketinggian 1,5 meter, sementara talut kedua memiliki panjang 30 meter serta tinggi 2,5 meter.
Terdapat pula pemasangan gorong-gorong di tiga tempat serta saluran air.
Tetapi, sama-sama penting, selama implementasi TMMD ini terdapat peningkatan atau pembangunan untuk limaunit rumah tidak layak huni (RTLH).
“TMMD kali ini akan dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, TNI, Polri, Linmas, serta warga setempat dan berlangsung selama 30 hari dari tanggal 6 sampai 4 Juni 2025,” jelasnya.
Menurut Letkol Infanteri Muhidin, kegiatan ini memberikan beberapa dampak positif yakni membuka akses wilayah terisolir atau tertinggal, mendorong akselerasi dan pemerataan pembangunan, dan meningkatkan ketahanan dan keamanan bangsa dan negara.
“Yang tak kalah penting adalah dapat mempererat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat hingga merevitalisasi budaya gotong royong dan swadaya masyarakat sebagai elemen strategis bagi keberhasilan pembangunan,” urai dia.
Saat yang sama, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan bahwa program TMMD sudah membuktikan manfaatnya untuk warga di kabupaten Bantul.
TMMD merupakan kerjasama serta kemitraan diantara TNI, Pemerintah Kabupaten, dan warga setempat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemajuan pedesaan.
“Lagi pula, TMMD ini menjadi tempat yang menampung harapan masyarakat, hingga rakyat semakin terpacu untuk memanfaatkan berbagai kemungkinan yang tersedia di lingkungan mereka,” katanya.
(*)