
PR GARUT
— Pekerjaan pembangunan jalur tol Jogja-Solo terus mengalami kemajuan yang mencolok. Salah satu seksi yang sedang mendapat perhatian masyarakat saat ini merupakan bagian yang dikonstruksi dengan metode elevated (terapung) mulai dari area Dusun Keradenan, Maguwoharjo, sampai ke Ringroad Utara Kota Yogyakarta, lebih spesifik lagi di sekitar zona SMK Negeri 1 Depok, Sleman.
Berdasarkan pengamatan dari lokasi dan udara, beberapa struktur di wilayah Dusun Keradenan tampak telah digusur. Sebagian tempat tinggal dan bisnis juga diketemukan sudah rata dengan permukaan tanah untuk memenuhi persyaratan jalur konstruksi jalan tol. Penghancuran ini berlangsung atas kebijakan sendiri para pemilik properti setelah mereka mendapatkan Dana Balasan Kehilangan (DKK).
Jalan tol yang menghubungkan Jogja dan Solo nantinya akan terbentang selama kira-kira 3 kilometer dengan melewati Selokan Mataram sampai mencapai wilayah perumahan padat di Maguwoharjo. Pada berbagai titik tertentu, misalnya di belakang Rumah Sakit Hermina, struktur rumah penduduk telah sepenuhnya dirubuhkan demi persiapan pengembangan lahan.
Salah satu aspek yang mencolok adalah adanya konstruksi yang melewati wilayah perkotaan rapat seperti permukiman warga, pusat belanja, dan bahkan mendekati tempat-tempat pendidikan semacam SMK Negeri 1 Depok. Beberapa sektor dari institusi tersebut diketahui ikut berpengaruh, terlebih lagi pada sisi depan gerbang sekolah.
Di luar rumah, proyek ini juga mencakup lahan sawah serta daerah pemakaman. Sebagian tempat pemakaman tetap memperlihatkan kondisi yang baik, meski adanya tiang berwarna merah-putih di sekitar sana menunjukkan bahwa zona itu kemungkinan besar akan ikut dipengaruhi oleh tahapan konstruksi selanjutnya.
Poin penting untuk proyek jalur Elevated ini ada di dekat lengkung Ringroad Utara, hanya beberapa meter dari hotel dan SPBU yang hingga saat ini masih utuh. Daerah itu telah disulap menjadi area bersih dan rata, mungkin nantinya akan dipergunakan sebagai jalur bagi kendaraan konstruksi dalam rangka membangun jalan Tol tersebut.
Rencana Tol Jogja-Solo akan mencakup berbagai gerbang masuk-keluar (on-off ramp) terutama di area penting seperti UPN Condongcatur dan Monjali. Tujuan ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan pergerakan kendaraan ke arah wilayah Kota Yogyakarta serta daerah sekelilingnya.
Seiring dengan kemajuan dalam penghapusan struktur bangunan, pemugaran tanah, serta penempatan tanda batas jalur tol yang masih berlangsung, proyek jalan bebas hambat Jogja-Solo di area Sleman sebelah timur pasti akan dipercepat. Baik otoritas maupun perusahaan konstruksi bertujuan agar pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu untuk mendorong keterhubungan dan perkembangan ekonomi daerah DIY beserta lingkarannya. ***