SEMARANG, Mitra Sentosa Rahardja
– Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Jawa Tengah menyatakan kesanggupannya memenuhi permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membangun 16.000 unit rumah subsidi pada tahun 2025. Jumlah ini sama seperti target tahun sebelumnya pada 2024.
Ketua DPD REI Jawa Tengah, Harmawan Mardiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya berharap jumlah tersebut bisa ditambah menjadi 18.000 unit.
“Tahun ini kita sih berharap tambahan 2.000-an. Jadi sekitar 18 ribu (rumah subsidi),” tuturnya di sela acara REI EXPO II yang digelar di Queen City Mall Semarang, Rabu (16/4/2025).
Pemerintah provinsi sendiri menargetkan pembangunan hingga 20.000 unit rumah subsidi. Namun, untuk saat ini, para pengembang menyatakan kesiapan membangun 18.000 unit rumah subsidi pada tahun depan.
“Kalau bisa bisa nambah jadi 20.000 (sesuai permintaan pemprov) Alhamdulillah. Paling enggak 18.000,” lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi perekonomian yang belum stabil membuat pengembang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis, termasuk dalam menyalurkan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Dalam pameran REI EXPO II, Harmawan menargetkan transaksi penjualan mencapai Rp 50 miliar.
Dia berharap acara ini dapat memicu pemulihan kembali industri perumahan di Jawa Tengah meski menghadapi goncangan ekonomi dunia.
Dia juga menyadari bahwa ketertarikan publik pada investasi properti semakin menurun seiring banyak orang lebih memilih untuk mengalokasikan dananya ke logam mulia seperti emas.
“Dalam situasi ekonomi semacam ini, banyak orang yang dulunya ingin membeli rumah kini beralih ke pembelian emas. Sebab pada saat ini, aset investasi yang paling cair adalah emas,” jelasnya dengan tegas.
Acara pameran ini pun turut memfasilitasi kesempatan bagi publik untuk bertatap muka secara langsung dengan pembuat properti terkait tentang biaya hunian, termasuk jenis komersial ataupun bersubsidi, yang disajikan dengan beragam penawaran bonus dan potongan harga menarik.
Sebelumnya diberitakan bahwa pelaksanaan pembangunan 16.000 unit rumah subsidi ini akan melibatkan Forum Komunikasi (Forkom) Pengembang Jawa Tengah sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional pembangunan 3 juta rumah oleh pemerintah pusat.
Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyatakan bahwa sasaran nasional itu terbagi menjadi satu juta unit hunian untuk setiap area yakni zona urban, daerah rural, serta region pesisiran.
Projek ini meliputi pembuatan hunian baru dan juga rehabiltiasi atau dana stimulan untuk perbaikan rumah mandiri (BSPS).
Menurut dia, saat ini timnya masih mengoordinasikan hal itu dengan pemerintahan nasional guna mewujudkan projek tersebut di Jawa Tengah.
Pembangunan rumah bersubsidi direncanakan menggunakan program FLPP, di mana syarat calon penerimanya telah ditentukan oleh pemerintah. Menurut penjelasan Arief, program FLPP ini dikhususkan untuk warga yang memiliki pendapatan tidak lebih dari Rp 7 juta tiap bulannya jika masih single, serta hinggaRp 8 juta bila sudah menikah.
“Rumahnya ini subsidi dengan bunga lima persen. Angka maksimal harga rumahnya di angka Rp 166 juta,” ujar Arief, Senin (14/4/2025).