Tol IKN 3B-2 Cepat Dituntaskan, Inovasi Hijau Menjadi Andalan

Mitra Sentosa Rahardja.CO.ID, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menyatakan bahwa kemajuan dalam membangun Jalan Tol IKN 3B-2 sudah mencapai angka 62% di bulan Mei tahun 2025. Jalur jalan tol tersebut berfungsi untuk menghubungkan area Kariangau dengan Simpang Tempadung.

“Proyek strategis nasional ini merupakan salah satu bagian penting untuk meningkatkan konektivitas ke wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,” ujar Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito (BW) dalam pernyataan resmi yang dibagikan di Jakarta pada Rabu (28/5/2025).

Proyek Tol IKN Bagian 3B-2 direncanakan untuk mencakup panjang total 7,3 kilometer dan melibatkan beberapa area konstruksi kunci. Antara lain, ada Pembangunan Interchange Kariangau yang menjadi pusat utama dalam menghubungkan daerah tersebut, selain itu juga akan dibuat dua jembatan satwa yang bertujuan mewujudkan janji mereka tentang berkelanjutannya ekosistem alam.

Jembatan satwa tersebut membolehkan hewan liar bercrossing di atas jalur toll tanpa menganggu kelancaran lalu lintas, untuk mencegah tabrakan dan meningkatkan keamanan.

Agung menyatakan bahwa pencapaian penting termasuk pengerjaan struktur Slab On Pile di STA 6, 7, dan 9 dengan panjang total mencapai 1,26 kilometer. Kemajuan berarti juga terlihat dalam pembuatan Jembatan Satwa di STA 8 dan 10, yakni sudah mencapai kemajuan 62,4% dan 53,7%.

Penyelesaian pengecoran lantai busur Arc Slab untuk sisi kanan dari dua jembatan hewan sudah sukses dilakukan. Tambahan lagi, berbagai inclined ramps serta konstruksi jembatan dalam area interchanges Kariangau menunjukkan kemajuan lebih dari 60%.

“Melalui pendekatan pelaksanaan serentak di beberapa lokasi, harapan agar percepatan pengembangan jalan tol tetap bisa dipertahankan dengan maksimal,” papar Agung.

Agar dapat meningkatkan efisiensi serta kualitas kerja, perusahaan WIKA menerapkan terobosan dalam bidang teknologi dan cara pembangunan, seperti menggunakan Plat Baja Berkorrugasi tebal 8 mm yang bertindak sebagai bekisting sekaligus menjadi elemen dari struktur campuran beton lengkung dengan ketebalan 1 meter. Di samping itu, mereka juga mempergunakan mortir busa memiliki kepadatan 0,8 ton/m³ sehingga bisa menekan muatan total struktural sampai 31.200 ton lebih ringannya jika disbandingkan dengan pendekatan tradisional.

Gelagar baja yang mencapai panjang 216 meter dari PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi, perusahaan anak cabang WIKA, merupakan salah satu aspek unggul dalam projek tersebut.

Proyek Tol IKN Seksi 3B-2 tidak hanya mengutamakan aspek pembangunan, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap komunitas setempat. Terdapat 437 karyawan lokal yang ikut serta dalam proyek ini, sedangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Balikpapan dan Samarinda dimanfaatkan untuk menyokong jaringan pasokan barang-logistik dan kebutuhan konsumsi pekerja.

Sebagai komitmen dalam pelestarian lingkungan, projek ini telah disertai dengan konstruksi pengatur lereng untuk mempersiapkan kemungkinan longsoran karena intensitas hujan yang tinggi. Konstruksinya semakin ditingkatkan menggunakan teknik hidroseeding serta tapis lokolok, yakni cara membudidayakan vegetasi tutup tanah agar dapat mencegah terjadinya erosi.

“Di luar keterhubungan antara wilayah-wilayah, proyek Pembangunan Jalur Tol IKN Seksi 3B-2 juga mencerminkan semangat berkelanjutan serta kerjasama dengan warga setempat. Kita yakin bahwa infrastruktur yang dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan akan menghasilkan manfaat dalam jangka waktu panjang baik bagi aspek lingkungan, sosial maupun ekonomi,” demikian penuturan Agung.

Leave a Reply