Kepunahan JPO Kampung Bandan: Rusak Parah dan Tanpa Atap


JAKARTA, Mitra Sentosa Rahardja
– Lapuk dan usang, demikianlah keadaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kampung Bandan, Jakarta Utara.

JPO
Sumber Gambar: Detikcom

JPO ini melintasi Kali Ciliwung yang mengalir di sepanjang Jalan Gunung Sahari.

Jembatan pejalan kaki yang berukuran panjang 250 meter ini menghubungi antara Jalan Gunung Sahari di Pademangan dan Kampung Bandan, Jakarta Utara.

Mayoritas dari tiang penyangga jembatan pejalan kaki tersebut kelihatan berkarat dengan warna coklat kekuningan.

Demikian juga dengan pegangan JPO yang kebanyakan berkarat. Lapisan cat silver pada pegangan JPO telah banyak memudar.

Bukan hanya itu saja, anak-anak tangga di JPO yang dibuat dari plat baja telah berkarat serta rapuh.

Bahkan hampir semua anak tangga pada JPO bergetar dan mengeluarkan bunyi ketika dilalui.

Di tingkat atas jembatan penyeberangan orang (JPO), plat baja kelihatan bertumpuk. Ada beberapa plat yang tampak longgar dari engselnya, menyebabkan adanya lobang kecil.

Tak hanya itu, area pinggir bagian atas JPO terlihat keropos dan berlubang kecil.

Permukaan plat baja yang ada di jalur pejalan kaki tampak sangat licin saat dilewati, akan tetapi pengguna jalan kerap menggunakannya sebagai lintasan sehari-hari.

Namun begitu, JPO tersebut tidak memiliki atap sehingga ketika hujan turun, fasilitas publik tersebut kerap menimbulkan korban jiwa.

“Waktu hujan kemarin, ibu-ibu jatuh di tangga itu, pokoknya selalu deh pasti ada yang jatuh,” tutur pemilik warung makan di bawah JPO Kampung Bandan bernama Holiso (40) saat diwawancarai Detikcom di lokasi, Rabu (16/4/2025).

Holiso sendiri mengaku tak berani melintasi JPO tersebut saat kondisi hujan karena takut terjatuh.

Selain kondisinya yang tak terawat, JPO ini semakin tak aman karena pelat besinya sering dicuri maling. Alhasil, anak tangga JPO Kampung Bandan kerap kali berlubang besar.

Pencurian plat besi JPO terakhir, terjadi dua hari yang lalu, Senin (14/4/2025).

Menurut pengetahuan Holiso, baja itu sudah hilang sebanyak tiga kali dan yang terkini adalah kemarin saja.

Akan tetapi, plat besi yang sebelumnya hilang telah digantikan oleh sebuah papan dengan ketebalan yang cukup, sehingga anak tangga JPO tidak berlubang lagi.

Walaupun keadaannya telah lapuk dan usia yang lanjut, JPO ini tetap menjadi pilihan utama bagi penduduk Kampung Bandan serta Pademangan ketika ingin bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Telah dilewati banyak kali, sebab orang-orang yang mencari pekerjaan melalui jalannya kemana saja. Menuju Priok, Pademangan, semuanya melewatkannya,” terangkan Holiso.

Menurut Holiso, biasanya jalan pejalan kaki atau JPO ini sering dilewati orang pada waktu subuh dan petang hari.

Leave a Reply