LELANG ULANG Tol Getaci Masih Gelap, Tol Baru di Jabar Sepanjang 54 Kilometer ini Ditargetkan Rampung 2026

Mitra Sentosa Rahardja – Hingga saat ini kepastian kapan pelaksanaan lelang ulang Tol Getaci masih gelap alias belum ada kepastian. Hal ini terjadi setelah calon jalan tol terpanjang di Indonesia ini secara mengejutkan harus dikaji ulang karena dinilai investasinya terlalu mahal.

Hal ini berbeda nasibnya dengan jalan tol baru di Jawa Barat yang saat ini sedang dalam pembangunan. Saat ini jalan tol di sebelah selatan Jabar itu akan membentang sepanjang 54 kilometer, dan pembangunan dua seksi terakhir masih berlangsung.

Jalan tol yang rencananya akan dilanjutkan hingga ke Padalarang tersebut, ditargetkan akan rampung pada akhir Tahun 2026. Walau demikian, pembangunannya juga menghadapi kendala dalam proses pembebasan lahan, terutama di seksi terakhir.

Sementara itu, proyek Tol Getaci masih belum memperlihatkan kemajuan yang signifikan dalam hal rencana pelaksanaan lelang ulang, mengingat proyek jalan tol tersebut masih dalam proses kaji ulang dengan harapan bisa menarik minat investor.

Pada Mei 2025 secara mengejutkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan bahwa proyek Tol Getaci akan dilakukan kaji ulang. Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra menyebutkan alasannya karena anggaran yang dibutuhkan sangat besar, terutama untuk pembangunan kontruksi di segmen Bandung-Garut.

Rachman Arief menambahkan bahwa pihaknya belum ada rencana untuk membangun proyek tol terpanjang di Indonesia itu dengan memecah misalnya rute Gedebage ke Tasikmalaya maupun Tasikmalaya ke Ciamis.

“Kalau perpendek belum ada rencana ya karena kan harus dikaji ulang,” ujarnya ketika itu.

Sementara itu, Kementerian PU juga belum dapat merinci perhitungan baru anggaran yang perlu disiapkan.

“Perhitungan untuk anggaran belum bisa diperkirakan ya, karena masih perlu dikalkulasi lebih lanjut, apalagi ini perlu dikaji ulang, ya mau tidak mau perhitungannya dari start lagi,” ujar Rachman  Arief.

Meski pelaksanaan lelang ulang belum ada kejelasan alias masih gelap, pembebasan lahan tetap berjalan dengan fokus di segmen Gedebage hingga Garut utara, teparnya di Kecamatan Banyuresmi sepanjang 44,82 kilometer.

Di segmen ini, jalan tol akan melalui 45 desa/kelurahan di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan sebagian Kabupaten Garut.

Perkembangan terbaru, pembayaran uang ganti rugi dilaksanakan di 5 desa di wilayah Garut. Namun pembayaran ini sifatnya penuntasan. Sedangkan di Kabupatan Bandung, berlangsung pembayaran UGR terbaru pada 31 Juli 2025 yakni di Desa Cihanyir, Kecamatan Cikancung.

Seksi 3 Rampung Akhir 2026

Sama-sama menyasar ke wilayah Jabar selatan, namun proyek tol ini nasibnya lebih baik daripada Tol Getaci. Proyek tol yang dimaksud adalah Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi). Bahkan ke depannya, Kementerian PU merencanakan akan meneruskan Tol Bocimi hingga ke Padalarang (Kabupaten Bandung Barat) via Cianjur.

Mengutip dari kanal YouTube Edwar Widodo, progress pembangunan per 5 Agustur 2025, pengerjaan Tol Bocimi berlangsung di Seksi 3 yang membentang sepanjang 13,7 kilometer dari Parungkuda hingga Sukabumi Barat.

Saat ini, pembangunan di Seksi 3 sudah terlihat sedang berlangsung di kawasan Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Pembangunan dua jembatan utama yakni Jembatan Cisarua dan Jembatan Campedak terlihat hampir selesai tinggal penyelesaian akhir.

Meski demikian di bebarapa ruas, terlihat jalur jalan tol masih dalam tahap pemerataan tanah dan belum dilakukan pengecoran.

Uniknya, di Seksi 3 rute jalan tol akan dilengkapi dengan 15 jembatan mulai dari Jembatan Munjul di Desa Munjul Kecamatan Ciambar hingga Jembatan Cimahi di Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat.

Seperti diketahui, Tol Bocimi yang akan membentang sepanjang 54 kilometer, dibangun dalam 4 seksi yakni :

-Seksi 1 (Ciawi-Cigombong) sepanjang 15,35 km telah beroperasi sejak Desember 2018.

-Seksi 2 (Cigombong-Cibadak) sepanjang 11,9 km, beroperasi sejak Agustus 2023.

-Seksi 3 (Cibadak – Sukabumi Barat) sepanjang 13,70 km masih dalam tahap pembangunan

-Seksi 4 (Sukabumi Barat – Sukabumi Timur) sepanjang 13,05 km dalam tahap pembebasan lahan.

Sebelumnya Anggota Komisi II DPR RI asal Jabar, Heri Gunawan menyebutkan bahwa hingga Juni 2025, meski di seksi 3 pembangunan sudah berjalan namun masih ada di sejumlah titik pembebasan lahan belum tuntas.

“Berdasarkan data terakhir memang masih ada beberapa titik yang belum terbebaskan secara utuh (seksi 3). Sudah dibebaskan tapi belum utuh. Persentasenya saya pikir di bawah 5 persen,” katanya.

Sementara itu, pembebasan lahan seksi 4 pun tengah berjalan. Jalan tol seksi 4 ini diproyeksikan akan menembus jalan dari Cibolang, Kecamatan Cisaat hingga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Menurut Heri, pembebasan lahan di Seksi 4 diperkirakan baru sekitar 30 persen.

Sebelumnya Kementerian PU menyebutkan bahwa Seksi 3 ditargetkan akan rampung pada 2026.

Kementerian Pekerjaan Umum memastikan proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dilanjutkan hingga Sukabumi Timur. Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU Wilan Oktavian mengatakan pembangunan Tol Bocimi saat ini telah mencapai Seksi 3 yakni ruas Cibadak-Sukabumi Barat. Pengerjaan tol di Jawa barat itu pun akan menyusul seksi 4 dari Cibadak menuju ke Sukabumi Timur.

“Jaringan jalan tol ini akan memberikan manfaat dalam memudahkan pergerakan barang dan manusia di Jawa Barat terutama wilayah Selatan seperti Bogor, Ciawi, dan Sukabumi,” kata Wilan melalui keterangan resmi. ***

Tinggalkan Balasan