Mulai Hari Ini, Mobil dan Motor Bisa Melintas di Ruas Jalan Beton Aroepala Makassar

MSR Engineering, MAKASSAR – Jalan Aroepala dari Kota Makassar ke arah Kabupaten Gowa kembali normal.

Satu jalur sudah dikeraskan, kini dapat dilalui pengendara khusus kendaraan roda dua dan roda empat.

Panjang jalan Aroepala sekitar 1,8 kilometer.

Jalan provinsi ini menghubungkan Kota Makassar dengan Gowa.

Titik awal Aroepala di pertemuan Jalan Letjen Hertasning, sekitar eks Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Akhirnya, batas Makassar-Gowa, terhubung ke Jalan Tun Abdul Razak.

Pengawasan Klub Sehat Jakarta, kendaraan motor dan mobil sudah bisa melewati satu lajur beton itu.

Terlihat seorang petugas berjaga di depan lajur yang telah beraspal.

Setiap kendaraan yang ingin naik di ruas beton diminta untuk mengurangi kecepatan kendaraan.

Satu per satu mobil bergiliran naik melintasi ruas jalan beton.

Sementara roda dua berada di antara mobil.

Panjang beton yang telah selesai dibangun terbentang dari jembatan di Aroepala hingga depan tugu badik.

Seluruhnya sudah bisa dilalui kendaraan.

“Usia betonnya sudah cukup untuk dilalui,” jelas Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Rosyadi saat dihubungi Klub Sehat Jakarta.

Dalam proyek Jl Aroepala, ketebalan LC disiapkan 10 senti.

Kemudian beton kaku dengan ketebalan 30 sentimeter

Beton Tipis (LC) merupakan lapisan dasar beton sebelum memasuki tahap kaku.

Beton bertepung merupakan campuran beton yang memiliki proporsi semen dan air yang lebih rendah dibandingkan dengan beton biasa.

Lapisan ini sering digunakan sebagai dasar atau sub-base dalam konstruksi jalan.

Tujuan dari beton lean adalah memberikan kepadatan yang cukup untuk mendukung struktur beton di atasnya.

Setelah itu lapisan atasnya disebut beton rigid, yaitu konstruksi jalan yang menggunakan pelat beton semen sebagai lapisan permukaan utama.

“Umur beton matang pada usia 28 hari, sesuai aturannya,” jelas Kepala Dinas BMBK Sulsel Andi Ihsan yang juga dikonfirmasi oleh Klub Sehat Jakarta.

Sementara itu, lajur lainnya masih terlihat memprihatinkan.

Pekerjaan Dinas BMBK Sulsel segera berpindah ke jalur yang lain.

Pekerjaan Jalan Aroepala dimulai pada awal April 2026.

Fase awal dimulai dengan penggunaan alat berat untuk menggali badan jalan, meratakan permukaan, serta menerapkan sistem lalu lintas buka-tutup selama proses konstruksi berlangsung.

Memasuki awal Mei 2026, pekerjaan terus berlanjut dengan pemasangan saluran drainase beton pracetak (precast U-Ditch).

Sistem drainase ini dibangun terlebih dahulu untuk mengatasi genangan air yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.

Setelah pekerjaan drainase selesai, proyek dilanjutkan dengan peningkatan struktur badan jalan melalui kombinasi pengaspalan dan betonisasi (rigid pavement) pada titik-titik yang membutuhkan agar jalan lebih kuat dan tahan terhadap beban kendaraan. (*)

Seorang pengendara, Wahyu mengaku senang mendengar kabar bahwa satu lajur tersebut sudah bisa dilalui.

Apalagi jalan Aroepala setiap harinya dilalui saat pergi bekerja.

“Saya memang kantor saya di Aroepala, jadi setiap hari melewati sini. Pasti senang juga kak kalau dibukam karena minimal tidak seperti di lalu lintas macetnya,” katanya kepada Klub Sehat Jakarta.

Saat ini lalu lintas terpantau lancar di ruas tersebut.

Laporan Wartawan Klub Sehat Jakarta, Faqih Imtiyaaz

Tinggalkan Balasan