Menyusuri Desa Wingkoharjo: 14 Desa di Ngombol Purworejo Terancam Dibangun Jalan Tol Jogja-Cilacap


Mitra Sentosa Rahardja

-Mega Proyek Tol Cilacap-Yogyakarta akan terkoneksi dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, rencana Jalan Tol Pejagan-Cilacap serta Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo.

Proyek jalan Tol Cilacap-Yogyakarta ini rencananya total sepanjang 121,75 km.

Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta bakal menghubungkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Tol jogja-cilacap, dipastikan ada 41 Desa di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang bakal terlindas oleh Tol yang total nilai investasinya Rp 38,47 triliun.

Untuk diketahui, Pemkab juga pernah membahas terkait perlunya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL).

Diketahui Tol Cilacap-Jogja ini akan membentang sepanjang 121,75 km, dan akan terhubung dengan Tol Getaci atau Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.  Dan, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur ( Dirjen Pembiayaan Infrastruktur) PU dan Perumahan telah melaksanakan acara Market Sounding untuk Proyek KPBU yaitu Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta tersebut.

Seperti proyek Tol Getaci, sejumlah daerah, baik kota dan kabupaten, akan terdampak oleh proyek Tol Cilacap-Yogyakarta ini.

Total sebanyak 41 Desa di Purworejo, Jawa Tengah itu berada di 6 Kecamatan yang semuanya akan terdampak oleh proyek pembangunan Jalan Tol Cilacap-Jogja tersebut.

Pihak berwenang sudah memajukanrencana konstruksi Jalur Lalu Lintas Cepat Cilacap-Yogyakarta yang mencakup jarak keseluruhan sepanjang 121,75 kilometer.

Rencana ini mencakup integrasi Jalan Tol Yogyakarta-Cilacap ke sejumlah jalur tol yang ada agar dapat mempersingkat perjalanan antar berbagai area penting, seperti Jalan Tol Getaci (yang meliputi Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap) serta Jalan Tol Pejagan-Cilacap. Selain itu juga termasuk penggabungan dengan Jalan Tol Yogyakarta-Solo.

Pembangunan jalan toll Cilacap-Jogja direncanakan akan diawali pada tahun 2024 dan diselesaikan pada tahun 2029.

Proses konstruksi akan dipecah menjadi tiga langkah.

Langkah awal ini dijadwalkan berjalan mulai kuartal ketiga tahun 2024 sampai dengan kuartal kedua tahun 2026.

Tahap kedua akan dimulai dari Q3 2026 hingga Q2 2028.

Sementara tahap ketiga direncanakan akan dilaksanakan dari Q3 2027 hingga Q2 2029.

Walaupun detail spesifik tentang jalur yang akan diproyeksikan di tiap fase masih belum tersedia, tetapi jelas bahwa pembangunan Jalur Toll Yogyakarta-Cilacap nantinya akan melewati beberapa wilayah, salah satunya adalah Purworejo.

Menurut informasi yang diperoleh dari situs web pembiayaan.pu.go.id, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan sudah mengadakan kegiatan Market Sounding terkait dengan proyek KPBU yakni Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta ini di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2022.

Kegiatan Market Sounding ini bertujuan sebagai wadah bagi Pemerintah untuk memberikan informasi yang komprehensif tentang proyek KPBU.

Di samping itu, hal ini dilakukan pula untuk mengumpulkan pendapat, umpan balik, serta ketertarikan terhadap proyek KPBU yang diajukan oleh Kementerian PUPR sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK).

Direktur Pengelolaan Pendanaan untuk Infrastruktur Jalan dan Jembatan dari DJPI Reni Ahiantini, menyampaikan dalam pembacaannya atas sambutan Direktur Jenderal Penyediaan Fasilitas Umum serta Permukiman Rakyat bahwa proyek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta memiliki nilai investasi mencapai Rp 38,47 triliun. Proyek ini berkelanjutan selama 50 tahun dengan total jarak 121,75 kilometer dan diharapkan dapat dilelang pada periode ketiga tahun 2023 menggunakan metode bayar per gunakan oleh para pemakai atau “user charges”. Selain itu, disebut pula bahwa Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta adalah bagian dari program Kerjasama antara Pemerintah dengan Badan Usaha yang dimulai secara aktif melalui permintaan langsung.

Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta memperkuat sistem jaringan tol di bagian selatan Pulau Jawa yang nantinya akan berhubungan dengan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacip serta Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.

Rencana Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta termuat sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana dalam Perpres 79/2019. Dukungan pembangunan ekonomi di sisi selatan Provinsi Jawa Tengah dapat mengurangi isu ketidakmerataan ekonomi dengan bagian utara dan timur Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu dilansir dari laman purworejokab.go.id,Kabag Pembangunan Setda Anggit Wahyu Nugroho SSi MAcc mengatakan, rencana pengembangan jaringan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta merupakan skema pengembangan infrastruktur jalan, dan sebagai langkah integrasi sistem jaringan berdasarkan prakiraan potensi pertumbuhan pergerakan di masa mendatang.

Pengembangan jaringan jalan tol yang diprakarsai oleh Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Kementerian PUPR RI diperkirakan memiliki Panjang 121,754 Km dan melewati Kab. Cilacap, Banyumas, Kebumen dan Purworejo.

jalan tol ini nantinya akan terkoneksi langsung dengan rencana ruas Jalan Tol Gedebage (Bandung)-Tasikmalaya-Cilacap atau Tol Getaci dan ruas Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Bandara NYIA di Kulonprogo

Menurutnya, salah satu dampak positif jalan ini akan berfungsi sebagai alternatif jalan arteri primer yang menghubungkan antar kota/daerah dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan lebih efisien dibandingkan ruas jalan eksisting antar kota dari Cilacap menuju Purworejo dan daerah sekitarnya. Hal ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut.

Namun selain manfaat tersebut, kata Anggita, pasti ada efek samping yang mesti diantisipasi akibat dibangunnya jalur toll ini. Karena itu diperlukan penilaian mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Masukkan pendapat, usulan, serta tanggapan publik penting untuk menjadi bagian dari formulir kerangka acuan.

Berikut adalah daftar 41 desa yang berada di 6 kecamatan di Kabupaten Purworejo dan terpengaruh oleh pembangunan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta:


1. Kecamatan Butuh

Desa Kunirejowetan

Desa Kunirejokulon

Desa Kedungagung

Desa Kedungsri

Desa Ketug

Desa Wareng

Desa Sruwohdukuh

Desa Sruwohrejo


2. Kecamatan Grabag

Desa Kumpulrejo

Desa Kese

Desa Sangubanyu

Desa Kedungkamal

Desa Dukuhdungus


3. Kecamatan Ngombol

Desa Secang

Desa Piyono

Desa Seboropasar

Desa Wingkotinumpuk

Desa Wingkosigromulyo

Desa Wingkosanggrahan

Desa Wingkoharjo

Desa Singkilkulon

Desa Singkilwetan

Desa Wonoboyo

Desa Walikoro

Desa Pulutan

Desa Kedondong

Desa Kuwukan


4. Kecamatan Kutoarjo

Desa Kebondalem

Desa Karangwuluh.


5. Kecamatan Purwodadi

Desa Jenarkidul

Desa Jenarwetan

Desa Sumbersari

Desa Bongkot

Desa Sukomanah

Desa Tegalaren

Desa Bubutan

Desa Sidoharjo

Desa Kebonsari

Desa Banjarsari

Desa Karangsari.


6. Kecamatan Bagelen

Desa Dadirejo


Profil Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta

Tahap awal dari Proyek Tol Cilacap-Yogyakarta akan mencakup persiapan proyek serta proses lelang di tahun 2022 sampai 2023.

Nanti tol Cilacap-Yogyakarta ini akan dihubungkan dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek jalan Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 km.

Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan untuk mempersingkat jarak antara provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tahapan Tol Cilacap-Yogyakarta

Berawal dari tahun 2022, berikut adalah langkah-langkah proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta meliputi persiapan proyek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Rencana persiapan projek dan proses lelang untuk Tol Tol Cilacap-Yogyakarta akan dimulai dari tahun 2022 sampai 2023.

Di tingkat kedua ini, selanjutnya merupakan financial close serta pengosongan tanah.

Proses penutupan keuangan serta pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta ditargetkan akan diselesaikan pada periode antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta berfokus pada tahapan pembangunan fisik.

Proses konstruksi bisa segera dimulai secara bertahap mulai tahun 2024 hingga 2029.

Targetnya, sesuai dalam perencanaan, pada tahun 2026 proses konstruksi beberapa ruas jalan sudah rampung sehingga bisa dioperasikan secara bertahap hingga tahun 2074.

Berikut adalah timeline dan rancangan konstruksi untuk membangun jalur jalan tol selama 121,75 kilometer yang dibagi ke dalam tiga fase:

Tahap 1 SS Kebumen – YIA Kulonprogo: Juli 2024 – Juni 2026

Tahapan 2 dari SS Soempiuhe hingga SS Kebumen akan berlangsung mulai Januari 2026 sampai dengan Desember 2027.

Tahap 3 JC Cilacap – SS Soempioeh: Januari 2027 hingga Desember 2028.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dipendana menggunakan mekanisme Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana jumlah investasinya diperkirakan mencapai Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang akan dipergunakan untuk pembelian (bagian pemerintah) sebesar Rp 2,37 triliun.

Dana yang dibelanjakan untuk konstruksinya mencapai Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Tahap awal dimulai dari kuartal ketiga tahun 2024 sampai dengan kuartal kedua tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari kuartal 3 tahun 2026 sampai kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap, dan juga dengan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Leave a Reply