{"id":1471,"date":"2026-07-19T00:00:00","date_gmt":"2026-07-19T00:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/1"},"modified":"2026-07-19T00:00:00","modified_gmt":"2026-07-19T00:00:00","slug":"jalan-kuri-caddi-maros-sepanjang-530-meter-mulai-dibangun-akses-bagi-200-kk-akan-lebih-mudah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/jalan-kuri-caddi-maros-sepanjang-530-meter-mulai-dibangun-akses-bagi-200-kk-akan-lebih-mudah\/","title":{"rendered":"Jalan Kuri Caddi Maros sepanjang 530 meter mulai dibangun, akses bagi 200 KK akan lebih mudah"},"content":{"rendered":"<p><body><\/p>\n<p><strong>MSR Engineering, MAROS \u2013<\/strong>Pemerintah Kabupaten Maros mulai memperbaiki Jalan Dusun Kuri Caddi di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.<\/p>\n<p>Kuri Caddi berjarak sekitar 19 Kilometer dari Pusat Kota Kabupaten Maros. Berada di bagian barat pusat kota.<\/p>\n<p>Jalan sepanjang 530 meter dengan lebar 4,5 meter merupakan akses darat menuju Dusun Kuri Caddi, kawasan pesisir di Desa Nisombalia.<\/p>\n<p>Anggaran dialokasikan sebesar 1,18 miliar rupiah.<\/p>\n<p>Selama ini, warga yang ingin keluar-masuk dusun harus melewati jalan tanah yang rusak atau menggunakan jalur laut dengan perahu.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman (PUTRPP) Maros, Muhammad Alif Husnaeni, mengatakan proyek tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan setelah kontrak pekerjaan ditandatangani.<\/p>\n<p>&#8220;Nilai kontrak pekerjaan Rp1.186.483.165,&#8221; katanya dikonfirmasi Tribun Timur, Jumat (17\/7\/2026).<\/p>\n<p>Ia menargetkan pekerjaan selesai sebelum masa pelaksanaan berakhir pada Desember 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Insyaallah waktu pelaksanaan sampai dengan Desember 2026. Mudah-mudahan lancar dan bisa diselesaikan sebelum masa pelaksanaan berakhir,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Alif mengatakan, jalan yang membutuhkan penanganan di Dusun Kuri Caddi masih cukup panjang.<\/p>\n<p>&#8220;Masih ada sekitar dua kilometer jalan yang perlu ditingkatkan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain di Marusu, Dinas PUTRPP Maros juga melakukan peningkatan jalan di Kecamatan Tompobulu, Moncongloe, Tanralili, Mallawa, Bantimurung, Cenrana, Turikale, Camba, dan Mandai.<\/p>\n<p>&#8220;Secara keseluruhan, Pemkab Maros mengalokasikan anggaran sekitar Rp21 miliar untuk penanganan jalan pada 2026 dengan total panjang ruas yang ditangani sekitar 10 kilometer,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Kepala Dusun Kuri Caddi, Safri, mengatakan pengecoran jalan akan dilakukan pada Senin mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Katanya hari Senin sudah mulai pengecoran,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Safri mengatakan kondisi jalan menuju Dusun Kuri Caddi selama ini rusak parah karena masih berupa jalan tanah merah hasil perintisan.<\/p>\n<p>Jalan tersebut baru dimulai pada 2021 dan sejak saat itu terus diajukan agar mendapatkan program perbaikan dari pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Karena memang baru perintisan. Tahun 2021 baru dirintis, kemudian kami usulkan untuk diperbaiki,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pada musim hujan, kondisi jalan menjadi sangat memprihatinkan karena berubah menjadi lumpur sehingga sulit dilalui kendaraan.<\/p>\n<p>Tidak jarang, warga jatuh saat melintasi jalan itu.<\/p>\n<p>&#8220;Jika hujan sangat deras, kondisinya memprihatinkan, kacau balau karena jalan masih tanah, sering kali warga terjatuh dan harus mendorong kendaraannya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Safri menyebut sekitar 200 kepala keluarga tinggal di Dusun Kuri Caddi dan menggantungkan aktivitas sehari-hari pada akses jalan tersebut.<\/p>\n<p>Selain digunakan oleh masyarakat, ruas jalan tersebut juga menjadi akses bagi siswa menuju sekolah.<\/p>\n<p>Salah satunya adalah menuju SMA Negeri 9 Maros yang berjarak sekitar delapan kilometer dari desa.<\/p>\n<p>Ia mengatakan panjang jalan yang masih mengalami kerusakan mencapai sekitar dua kilometer.<\/p>\n<p>Safri berharap pembangunan tahap awal sepanjang 530 meter menjadi awal dari penyelesaian seluruh ruas jalan hingga seluruhnya dibeton.<\/p>\n<p>&#8220;Alhamdulillah sebagai pemerintah setempat kami sangat bersyukur. Mudah-mudahan tahap awal 530 meter ini bisa berlanjut hingga selesai betonisasi sehingga masyarakat benar-benar menikmati jalan yang layak,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, warga memang memiliki alternatif menggunakan perahu dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.<\/p>\n<p>Namun jalur tersebut tidak selalu dapat digunakan karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut.<\/p>\n<p>&#8220;Jika naik perahu biasanya sekitar 15 menit. Tapi jika air surut tidak bisa melewati, jadi tidak selalu bisa diandalkan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Bupati Maros Chaidir Syam mengungkapkan Dinas PUTRPP menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) dengan penyerapan anggaran terendah hingga semester pertama 2026, yaitu sekitar 15 persen.<\/p>\n<p>Menurut Chaidir, rendahnya penyerapan anggaran disebabkan sebagian besar proyek infrastruktur masih berada pada tahap pengadaan barang dan jasa.<\/p>\n<p>&#8220;Karena pekerjaan saat ini masih dalam proses pengadaan, misalnya tender proyek jalan dan jembatan. Saat ini sudah masuk di ULP sehingga pembayaran anggarannya nanti dilakukan setelah pekerjaan berjalan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, ia memastikan pekerjaan fisik mulai berjalan pada semester kedua 2026, termasuk peningkatan Jalan Bontosomba\u2013Bontomanurung senilai sekitar Rp10 miliar serta kelanjutan pembangunan Jalan Bontomanurung\u2013Bontotinggi menuju Malino dengan anggaran sekitar Rp5 miliar.<\/p>\n<p><\/body><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MSR Engineering, MAROS \u2013Pemerintah Kabupaten Maros mulai memperbaiki Jalan Dusun Kuri Caddi di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Kuri Caddi berjarak sekitar 19 Kilometer dari Pusat Kota Kabupaten Maros. Berada di bagian barat pusat kota. Jalan sepanjang 530 meter dengan lebar 4,5 meter merupakan akses darat menuju Dusun Kuri Caddi, kawasan pesisir di Desa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1472,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[77,75,132,82,73],"class_list":["post-1471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-construction","tag-berita","tag-berita-lokal","tag-jalan","tag-konstruksi","tag-masyarakat","entry","has-media"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1471"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1471\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1483,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1471\/revisions\/1483"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}