{"id":1186,"date":"2025-05-29T00:14:00","date_gmt":"2025-05-29T00:14:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mitsengineering.com\/stairlift-di-candi-borobudur-cara-baru-menjelajahi-sejarah-dengan-kemudahan\/"},"modified":"2025-05-29T00:14:00","modified_gmt":"2025-05-29T00:14:00","slug":"stairlift-di-candi-borobudur-cara-baru-menjelajahi-sejarah-dengan-kemudahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/stairlift-di-candi-borobudur-cara-baru-menjelajahi-sejarah-dengan-kemudahan\/","title":{"rendered":"Stairlift di Candi Borobudur: Cara Baru Menjelajahi Sejarah dengan Kemudahan"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" data-document-id=\"cms\/api\/amp\/image\/AA1FFJXU\" data-reference=\"image\" src=\"https:\/\/img-s-msn-com.akamaized.net\/tenant\/amp\/entityid\/AA1FFJXU.jpg\"\/><\/p>\n<p>\n<strong><br \/>\n  PIKIRAN RAKYAT<br \/>\n <\/strong><br \/>\n &#8211; Pemasangan sesuatu sedang menjadi topik pembicaraan di media sosial terkait dengan Candi Borobudur yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.<br \/>\n stairlift<br \/>\n .\n<\/p>\n<p>\n Memicu diskusi, Direktur Utama InJourney Maya Watono menegaskan hal tersebut dengan jelas sebagai berikut:<br \/>\n stairlift<br \/>\n Bukan sebuah eskalator yang dimaksudkannya. Ini terungkap ketika dia bercakap-cakap dengan jurnalis di area depan Candi Borobudur di Magelang pada hari Selasa, 27 Mei 2025.\n<\/p>\n<p>\n &#8220;Mari telah beberapa kali berunding dengan Kementerian Kebudayaan agar tindakan kami sejalan dengan standar UNESCO,&#8221; demikian disampaikan oleh Maya Watono seperti dilansir dari Antara.\n<\/p>\n<h2>\n Alasan Pemasangan<br \/>\n Stairlift<br \/>\n<\/h2>\n<p>\n Menurut dia, segalanya dijalankan dengan memprioritaskan untuk tidak merusak struktur candi serta menaati aturan yang telah ditetapkan oleh UNESCO.\n<\/p>\n<p>\n &#8220;Sang biksu senior yang sangat menginginkan ibadah di atas Candi Borobudur, tempat yang kini tak dapat mereka kunjungi, akhirnya mendapatkan kesempatan itu,&#8221; katanya.\n<\/p>\n<p>\n Pihaknya mengaku pemasangan<br \/>\n stairlift<br \/>\n berbentuk portable, tidak memerlukan paku atau bor agar tetap melindungi batu-batu candi dari kerusakan.\n<\/p>\n<p>\n &#8220;Saya percaya bahwa ibadah seharusnya tanpa batas, oleh karena itu kami perlu menyediakan fasilitas bagi mereka yang ingin beribadah,&#8221; ungkapnya.\n<\/p>\n<p>\n Komunitas yang dulunya tidak dapat meraih Candi Borobudur kini telah diberikan kesempatan, terlebih lagi untuk kegiatan ibadah.\n<\/p>\n<h2>\n Devisa<br \/>\n<\/h2>\n<p>\n Dia menyatakan bahwa InJourney menekankan empat pilar yaitu inklusivitas,<br \/>\n spiritual and culture<br \/>\n , hijau dan edukasi.\n<\/p>\n<p>\n Keterbukaan ini amatlah krusial, sebab pada platform-platform tersebut.<br \/>\n heritage<br \/>\n Di dunia ini, dimanapun telah tercapai kemajuan dalam hal fasilitas dan infrastruktur, kita berharap juga akan ada peningkatan di Candi Borobudur,&#8221; katanya.\n<\/p>\n<p>\n Direktur Utama InJourney Maya Watono menyebutkan bahwa jumlah penganut Buddhisme di seluruh planet ini mencapai kisaran 500 juta jiwa, dengan sekitar 300 juta dari mereka berada di benua Asia.\n<\/p>\n<p>\n &#8220;Bila kami dapat mengeksploitasi hanya 1 persen dari jumlah tersebut, yaitu tiga juta rupiah, devisa yang masuk ke Indonesia akan sangat besar. Akibatnya, perekonomian serta dampak bagi masyarakat Magelang, kawasan sekitar Candi Borobudur, dan Provinsi Jawa Tengah secara keseluruhan di Indonesia juga akan menjadi luar biasa,&#8221; katanya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PIKIRAN RAKYAT &#8211; Pemasangan sesuatu sedang menjadi topik pembicaraan di media sosial terkait dengan Candi Borobudur yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. stairlift . Memicu diskusi, Direktur Utama InJourney Maya Watono menegaskan hal tersebut dengan jelas sebagai berikut: stairlift Bukan sebuah eskalator yang dimaksudkannya. Ini terungkap ketika dia bercakap-cakap dengan jurnalis di area depan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1187,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51,67,19,18,24],"tags":[],"class_list":["post-1186","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-buildings","category-culture","category-indonesia","category-infrastructure","category-lifestyle","entry","has-media"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1186"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1186\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}