{"id":1090,"date":"2025-05-02T23:59:59","date_gmt":"2025-05-02T23:59:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mitsengineering.com\/?p=1090"},"modified":"2025-05-02T23:59:59","modified_gmt":"2025-05-02T23:59:59","slug":"melintasi-kecamatan-gombong1-desa-ini-terbabat-tol-jogja-cilacapdimulai-dari-banyumas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/melintasi-kecamatan-gombong1-desa-ini-terbabat-tol-jogja-cilacapdimulai-dari-banyumas\/","title":{"rendered":"Melintasi Kecamatan Gombong,1 Desa Ini Terbabat Tol Jogja-Cilacap,Dimulai dari Banyumas"},"content":{"rendered":"<p>\n <strong><br \/>\n  Mitra Sentosa Rahardja<br \/>\n <\/strong><br \/>\n Proyek besar Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap tetap sedang dalam tahap pembangunan.\n<\/p>\n<p>\n Nanti Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap, dan juga jaringan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.\n<\/p>\n<p>\n Proyek jalan Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap direncanakan memiliki panjang keseluruhan 121,75 km.\n<\/p>\n<p>\n Sebanyak 53 desa di wilayah kabupaten Kebumen berpotensi terdampak oleh pembangunan jalur tol Cilacap-Yogyakarta dengan anggaran investasi mencapai Rp 38,47 triliun secara keseluruhan.\n<\/p>\n<p>\n Di Kabupaten Kebumen direncanakan akan dibangun 3 titik keluar untuk jalan tol tersebut.\n<\/p>\n<p>\n Pihak berwenang akan secepatnya mengerjakan konstruksi jalur tol Cilacap-Yogyakarta sehingga tentunya akan mengurangi durasi perjalanan dari Yogyakarta menuju Cilacap di Jawa Tengah.\n<\/p>\n<p>\n Namun di balik itu, dampak proyek tersebut akan ada sejumlah desa di sejumlah Kabupaten yang akan tersayat oleh jalur proyek jalan Tol Cilacap-Jogja tersebut, salah satunya adalah Kabupaten Kebumen Jawa Tengah.\n<\/p>\n<p>\n Kelak ada 53 desa di 15 kecamatan di Kebumen yang bakal dipengaruhi oleh jalannya Tol Cilacap-Jogja.\n<\/p>\n<p>\n Dilansir Mitra Sentosa Rahardjadari Website Pemerintah Kabupaten Kebumen, mengatakan bahwa jalan tol ini akan dibangun dimulai dari perbatasan Banyumas dan PuRworejo sepanjang 57 km.\n<\/p>\n<p>\n Awalnya direncanakan hanya terdapat satu gerbang keluar toll, tetapi sang pejabat pemerintahan setempat memohon dan menganjurkan agar dibuat tiga gerbang keluar toll yakni yang berlokasi di barat, tengah, dan timur Kabupaten Kebumen.\n<\/p>\n<p>\n Beberapa gerbang keluar dari jalan toll itu direncanakan akan dipasang di area sekitaran Terminal Bus Kebumen guna menjangkau daerah perkotaan Kebumen. Selain itu ada juga gerbang keluar Kebumen Barat yang konstruksinya berencana dilakukan di antara Kecamatan Ayah dan Rowokele, sementara untuk jalannya menuju kecamatan bagian timur yaitu Prembun terdapat pula exit tol bernama Kebumen Timur.\n<\/p>\n<p>\n Sementara itu, bagi Kabupaten Kebumen, nanti sebanyak 53 desa dari 15 kecamatan akan dipengaruhi oleh pembangunan jalur tol Cilacap-Jogja.\n<\/p>\n<p>\n Desa dan kecamatan mana sajakah yang terpengaruh oleh pembangunan jalan Tol Cilacap-Jogja di Kabupaten Kebumen?\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  Berikut adalah detail tentang desa dan kecamatan yang terdampak oleh jalan Tol Cilacap-Jogja:<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  1. Kecamatan Sruweng<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Trikarso\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  2. Kecamatan Klirong<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Bumiharjo\n<\/p>\n<p>\n Desa Kebandongan\n<\/p>\n<p>\n Desa Kedungwinangun\n<\/p>\n<p>\n Desa Podoluhur\n<\/p>\n<p>\n Desa Tambakagung\n<\/p>\n<p>\n Desa Wotbuwono\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  3. Kecamatan Buluspesantren<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Tanjungsari\n<\/p>\n<p>\n Desa Sidomoro\n<\/p>\n<p>\n Desa Klapasawit\n<\/p>\n<p>\n Desa Jogopaten\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  4. Kecamatan Kuwarasan<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Bendungan\n<\/p>\n<p>\n Desa Gunungmujil\n<\/p>\n<p>\n Desa Jatimulyo\n<\/p>\n<p>\n Desa Kuwaru\n<\/p>\n<p>\n Desa Wonoyoso\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  5. Kecamatan Ambal<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Kembangsawit\n<\/p>\n<p>\n Desa Dukuhrejosari\n<\/p>\n<p>\n Desa Pagedangan\n<\/p>\n<p>\n Desa Kradenan\n<\/p>\n<p>\n Desa Sidomulyo\n<\/p>\n<p>\n Desa Surabayan\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  6. Kecamatan Mirit<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Winong\n<\/p>\n<p>\n Desa Ngabean\n<\/p>\n<p>\n Desa Sarwogadung\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  7. Kecamatan Petanahan<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Banjarwinangun\n<\/p>\n<p>\n Desa Jatimulyo\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  8. Kecamatan Kebumen<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Adikarso\n<\/p>\n<p>\n Desa Depokrejo\n<\/p>\n<p>\n Desa Mengkowo\n<\/p>\n<p>\n Desa Muktisari\n<\/p>\n<p>\n Desa Murtirejo\n<\/p>\n<p>\n Desa Tamanwinangun\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  9.Kecamatan Kutowinangun<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Tanjungmeru\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  10. Kecamatan Bonorowo<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Bonjoklor\n<\/p>\n<p>\n Desa Bonjokkidul\n<\/p>\n<p>\n Desa Mrentul\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  11. Kecamatan Rowokele<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Bumiagung\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  12. Kecamatan Buayan<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Jogomulyo\n<\/p>\n<p>\n Desa Nogoraji\n<\/p>\n<p>\n Desa Mergosono\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  13. Kecamatan Gombong<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Kemukus\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  14. Kecamatan Adimulyo<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Adimulyo\n<\/p>\n<p>\n Desa Arjosari\n<\/p>\n<p>\n Desa Banyuroto\n<\/p>\n<p>\n Desa Candiwulan\n<\/p>\n<p>\n Desa Mangunharjo\n<\/p>\n<p>\n Desa Meles\n<\/p>\n<p>\n Desa Pekuwon\n<\/p>\n<p>\n Desa Sidomukti\n<\/p>\n<p>\n Desa Temanggal\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  15. Kecamatan Karanganyar<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Desa Sidomulyo\n<\/p>\n<p>\n Desa Grenggeng\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  Profil Jalan Tol Jogja-Cilacap<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Proyek Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap akan dimulai dengan tahap pertama berupa penyiapan proyek dan tender pada 2022 hingga 2023.\n<\/p>\n<p>\n Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap nantinya akan terkoneksi dengan Jalan Tol Gedebage\u2013Tasik\u2013Cilacap, rencana Jalan Tol Pejagan-Cilacap serta Jalan Tol Solo\u2013Yogyakarta\u2013YIA Kulonprogo.\n<\/p>\n<p>\n Proyek jalan Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap ini rencananya total sepanjang 121,75 km.\n<\/p>\n<p>\n Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap akan menautkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.\n<\/p>\n<p>\n Proses Pembangunan Jalur Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap\n<\/p>\n<p>\n Berawal tahun 2022, di bawah ini adalah rincian timeline untuk setiap fase proyek Jalan Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).\n<\/p>\n<p>\n Langkah awal untuk Jalur Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap merupakan persiapan proyek serta proses lelang, sesuai dengan informasi dari laporan kompas.com.\n<\/p>\n<p>\n Rencana persiapan proyek serta lelang untuk Jalan Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.\n<\/p>\n<p>\n Di fase selanjutnya, yang akan datang adalah penyelesaian keuangan dan pengosongan tanah.\n<\/p>\n<p>\n Proses penutupan keuangan dan pengalihan tanah untuk proyek Jalan Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap diperkirakan akan diselesaikan pada periode antara tahun 2023 hingga 2024.\n<\/p>\n<p>\n Fase ketiga dari Proyek Jalan Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap merupakan tahapan pembangunan jalan tol.\n<\/p>\n<p>\n Proses pembangunan dapat diawali secara bertahap mulai tahun 2024 sampai dengan 2029.\n<\/p>\n<p>\n Sesuai dengan perencanaan, targetnya adalah bahwa pada tahun 2026, sebagian besar ruas jalan telah siap untuk dikonstruksikan dan dapat dimulai operasi tahapan demi tahapan mulai dari tahun tersebut sampai ke tahun 2074.\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  Pendanaan dan investasi<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta bakal dibiayai menggunakan mekanisme Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana jumlah investasinya merambah hingga Rp 38,47 triliun.\n<\/p>\n<p>\n Di antara total dana tersebut, biaya yang akan dialokasikan untuk pengadaan (porsi pemerintah) adalah Rp 2,37 triliun.\n<\/p>\n<p>\n Sementara besar dana yang dihabiskan untuk konstruksi sebesar Rp 27,21 triliun.\n<\/p>\n<p>\n <strong><br \/>\n  Tiga tahap konstruksi<br \/>\n <\/strong>\n<\/p>\n<p>\n Proses konstruksi akan dibagi menjadi tiga tahapan:\n<\/p>\n<p>\n Periode awal dimulai dari triwulan ketiga (Q3) tahun 2024 sampai dengan triwulan kedua (Q2) tahun 2026.\n<\/p>\n<p>\n Fase pembangunan kedua akan dilaksanakan dari kuartal 3 tahun 2026 sampai kuartal 2 tahun 2028.\n<\/p>\n<p>\n Proses pembangunan sampai tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 hingga kuartal 2 tahun 2029.\n<\/p>\n<p>\n Jalan Tol Cilacap\u2013Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage\u2013Tasik\u2013Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan juga dengan Jalan Tol Solo\u2013Yogyakarta\u2013YIA Kulonprogo. (*)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mitra Sentosa Rahardja Proyek besar Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap tetap sedang dalam tahap pembangunan. Nanti Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap, dan juga jaringan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo. Proyek jalan Tol Yogyakarta &#8211; Cilacap direncanakan memiliki panjang keseluruhan 121,75 km. Sebanyak 53 desa di wilayah kabupaten Kebumen [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[56,27,34,39],"tags":[],"class_list":["post-1090","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-cities-and-towns","category-community","category-construction","category-transportation","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1090"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1090\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitsengineering.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}