Arief Ibrahim mengkritik belum selesainya hasil RDP SPAM IKK Petasia, meminta janji segera direalisasikan

MSR Engineering– Ketua Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Morowali Utara, Arief Ibrahim, menyoroti belum terealisasinya hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penanganan SPAM IKK Petasia yang diadakan pada (15/6/2026).

Di dalam RDP tersebut, Dinas PUPRPKPD diberi waktu satu bulan sejak (17/6/2026) untuk menyelesaikan pemeliharaan intake, menyusun rencana pembangunan intake dan jaringan perpipaan baru, serta membentuk kelompok kerja yang melibatkan masyarakat.

Sementara itu, PT Halmahera International Resources (HIR) berkomitmen membiayai pemeliharaan intake SPAM IKK Petasia dan menyediakan tangki air, mobil tangki (water tank), serta menara air bagi masyarakat terdampak.

PT Sumber Permata Selaras (SPS) dan PT Sumber Swarna Pratama (SSP) juga masing-masing menyetujui penyediaan 10 unit tangki air berkapasitas 1.200 liter.

Namun, hingga waktu yang disepakati berakhir, sejumlah komitmen tersebut belum sepenuhnya direalisasikan.

“Hingga batas waktu berakhir, masih ada sejumlah komitmen yang belum dipenuhi. Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan Dinas PUPRPKPD maupun perusahaan dalam menindaklanjuti hasil RDP. Yang dibutuhkan masyarakat adalah realisasi, bukan sekadar komitmen di atas kertas,” tegas Arief.

Ia menegaskan komitmen PT HIR tidak boleh diartikan hanya sebatas pembiayaan pemeliharaan intake, tetapi juga harus diwujudkan melalui penyelesaian dampak yang ditimbulkan hingga masyarakat kembali memperoleh layanan air bersih secara normal.

Di lapangan, masyarakat masih mengeluhkan distribusi air bersih yang belum normal.

Di Kelurahan Kolonodale, distribusi air kembali terhenti karena kontrak penyedia air bersih belum diperpanjang.

Sementara Kelurahan Bahontula masih menunggu realisasi pembagian tangki air, sedangkan di Kelurahan Bahoue aliran air PDAM telah kembali mengalir tetapi belum normal seperti sebelum terjadi pencemaran.

Arief menegaskan DPRD Morowali Utara akan terus mengawal pelaksanaan hasil RDP hingga seluruh komitmen yang telah disepakati benar-benar direalisasikan.

“Masalah air bersih menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, kami akan terus memantau agar seluruh komitmen yang telah disepakati segera direalisasikan, sehingga masyarakat tidak terus dirugikan akibat belum selesainya penyelesaian SPAM IKK Petasia,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan