[PROPerti POPULER] Gudang Garam Investasi di Proyek Jalan Kediri-Tulungagung


JAKARTA, Mita Sentosa Rahardja

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menambah modalnya ke perusahaan anak, PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT), senilai Rp 1,5 triliun lewat transaksi antara afiliasi.

Peningkatan modal SSAT itu dalam rangka pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung di Provinsi Jawa Timur.

Direktur PT Gudang Garam Tbk, Istata T. Siddharta mengungkapkan bahwa transaksi antara perusahaan dan entitas terkait tersebut melibatkan pembelian 1.500.000 saham baru dari SSAT. Hal ini disertai dengan penyertaan kembali modal senilai Rp 1,5 triliun oleh pihak perseroan.

Sehingga, modal ditempatkan dan disetor ke SSAT yang semula sebesar Rp 2 triliun kini telah bertambah menjadi sebesar Rp 3,5 triliun.

Lihat detail lebih lanjut di sana

Gudang Garam Menambahkan Dana Sebesar Rp 1,5 Triliun untuk Proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) merupakan satu-satunya jalur toll di Indonesia yang dilengkapi dengan terowongan khusus gajah untuk lintasannya.

Usaha semacam itu perlu dilaksanakan pula untuk infrastruktur koneksi lainnya menyusul insiden kematiannya seekor calon gajah yang ditabrak truk di Malaysia pada hari Minggu, 11 Mei 2025.

PT Hutama Karya (Persero), sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), mengungkapkan cerita tentang asal-usul pembangunan terowongan Gajah pada jalan tol Permai.

Lihat detail lebih lanjut di sana

Cerita Pembuatan Terowongan Gajah di Tol Permai: Asal-usul dan Kesukaran yang Dihadapi

Perhatian masyarakat tertuju pada kasus diduga adanya upaya pemerasan untuk mendapatkan bagian dari proyek konstruksi pabrik yang berlokasi di kota Cilegon, Banten, terhadap perusahaan PT China Chengda Engineering oleh seorang anggota tidak sah dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilegon.

Lebih lanjut, Polda Banten sudah secara resmi mengidentifikasi tiga individu sebagai tersangka dalam kasus diduga melibatkan penghasutan, pemerasan, atau perilaku yang menjengkelkan terhadap PT China Chengda Engineering, pada hari Jumat (16/5/2025).

Dari ketiganya yang diduga sebagai tersangka, kedua individunya adalah Muhammad Salim (MS), sang Ketua Kadin Kota Cilegon, serta Ismatullah (IS) selaku Wakil Ketua Kadin Cilegon.

Sementara salah satunya adalah Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Cilegon bernama Rufaji Jahuri (RJ).

Lihat detail lebih lanjut di sana

Profil Chengda, Pengusaha Pabrik CAA yang Diminta Bagi Hasil Proyek Kadin di Cilegon

Leave a Reply